SURAKARTA | IndependentNews.id | Respon hasil kajian dan analisis oleh Sekolah Kapemimpinan BEM UNS tahun 2025 pada siang ini di Graha Paripurna DPRD Kota Surakarta. Dari hasil survei Bidang Kesehatan dan Sosial di Kota Surakarta, Kamis (9/10/2025.
Dihadapan 150 mahasiswa UNS, H. Daryono menyambut baik para mahasiswa yang peduli kepada masyarakat yang khususnya di Surakarta. Masalah kesehatan, pendidikan dan tenaga kerja seperti masalah lapangan kerja akibat penutupan pabrik Tekstil di Sukoharjo serta kekurangan murid bagi sekolah negeri karena sistem zonasi.
Menurut H. Daryono mengatakan, “para peserta yang tergabung dalam sekolah kepemimpinan BEM UNS Surakarta mengadakan audensi sekaligus menyampaikan hasil kajian ilmiah terkait dengan Kota Solo dan diterima Dewan Dan hal ini adalah sebuah budaya, memberi masukan sekaligus mengapresiasikan dan kritikan kepada Pemkot Surakarta dan semoga ini akan diteruskan mahasiswa lainnya,” ungkapnya.
Sementara Ketua BEM UNS Surakarta, Khoirun Najin mangatakan, “dari analisis ada 7 isu yang dibawa dan diserahkan ke wakil rakyat, masalah sosial, ekonomi dan lingkungan, seperti masalah limbah, masalah pengangguran dan sulitnya lapang pekerjaan di Surakarta,” jelasnya.
“Yang lagi hangat misalnya masalah Limbah Putri Cempo, dan lapangan pekerjaan dan yang baru ini Pabrik Sritex tutup, juga bertambahnya penduduk juga sistem Zonasi bidang pendidikan yang berdampak pada kurangnya penerimaan sekolah negeri,” ucapnya. [pakdesri].







