Walikota Medan: UMKM Harus Naik Kelas

  • Whatsapp

MEDAN, IN.ID | Walikota Medan, Bobby Nasution mengatakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM banyak yang masih mikro harus segera naik kelas. Karena itu perlu terus diberdayakan.

UMKM di Medan ternyata masih banyak yang mikro. Hal ini perlu perhatian serius agar mereka bisa meningkatkan kapasitas usahanya https://independentnews.id/menjadi pengusaha menengah.

Bacaan Lainnya

Walikota Medan mengemukakan hal itu dalam sambutannya diwakili Kadis Koperasi dan UMKM Kota Medan, Beny Nasution ketika membuka https://independentnews.id/Dialog Publik bertopik ‘UMKM Tumbuh Ekonomi Laju’ di Hotel Emerald Gardent.Medan, Kamis 17/3/2022.

Dalam kegiatan yang digelar Kadin Medan dihadiiri sekitar 200 pelaku UMKM, mahasiswa dan akademisi. Tampil sebagai pembicara antara lain dari Bank BRI, Bank BTN, Bank BJB dan Perguruan Tinggi.

Walikota menyebutkan tercatat ada sekitar 31 ribu UMKM dan koperasi di Kota Medan. Kementerian Koperasi saat ini sedang melakukan pendataan secara lengkap terhadap UMKM.

“Pendataan UMKM secara lengkap, salah satu misi Walikota Medan. Itu sebabnya kita sekarang sedang melakukan pendataan UMKM di seluruh kecamatan untuk dimasukkan ke database. Tahun ini Pemkot Medan baru melakukan pendataan sekitar 10 titik UMKM di kecamatan,” katanya.

Bukan hanya itu lanjutnya, Walikota Medan juga ingin menjadi rumah ibadah menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat. Itu sebabnya pelaku UMKM harus berkolaborasi jangan jalan sendiri-sendiri.

“Kita juga melakukan sertifikasi bagi pendamping UMKM. Artinya bagaimana memfasilitasi pelaku UMKM dengan pihak perbankan dengan baik,” ujarnya.

Walikota menyatakan UMKM sebagai pusat perputaran ekonomi daerah yang perlu terus diberdayakan sehingga menjadi UMKM Naik Kelas.

Dari 5 program pembangunan ekonomi Kota Medan adalah pemberdayaan UMKM menjadi UMKM Naik Kelas. Karena itu kami mengapresiasi Kadin Kota Medan yang ingin memajukan UMKM.

Dia menyebutkan cukup banyak UMKM di Medan, jika terus dibina dan diberdayakan dengan baik maka bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan sumber pembangunan Kota Medan.

Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Khairul Mahalli menilai dialog publik penting untuk mengetahui berbagai permasalahan dan kesulitan yang dihadapi UMKM. Melalui dialog inilah bisa mencari solusi untuk memberdayakan pelaku usaha.

“Kadin Sumut dan Kadin Kab/Kota terus merealisasikan program UMKM Naik Kelas. Lihat saja dari 150 UMKM yang hadir mereka ada yang membawa aneka produknya. Ada yang memiliki produk perikanan dan produk andalan ekspor lainnya akan ditampilkan dalam pameran,” kata Mahalli yang juga Ketua Umum DPP GPEI dan ASDEKI ini.

Dia menambahkn bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal bisa menghubungi Bank BRI, Bank BTN dan Bank BJB untuk mendapat fasilitas kredit modal untuk mengembang kapasitas usaha sehingga menjadi UMKM Naik kelas.

“Sekarang ada permintaan dari Perancis dan Australia dan beberapa negara lain. Karena itu pelaku UMKM yang memiliki produk andalan ekspor dapat disiapkan. Seperti UMKM Andaliman memiliki produk teh, sambal dan lainnya sudah diekspor.
Karena itu kami mengajak Kadis Koperasi dan UMKM dan Disperindag sebagai mitra kerja strategis Kadin mari sama sama memajukan UMKM Indonesia. Maju terus pantang surut,” pungkas Mahalli.

Ketua Kadin Medan, Fadli Akbar Darus mengingatkan para pelaku UMKM di Medan harus tetap bersemangat dalam menjalankan usahanya di tengah kondisi masih sulit akibat dampak dari pandemi Covid-19.

UMkM jangan andalkan modal sendiri tapi juga dapat meminjam di perbankan untuk mengembangkan usaha. Namun meski dengan modal kecil jangan minded tapi tetap semangat dalam berusaha.

“Saya dulu juga pelaku UMKM dengan modal hanya Rp1 juta. Saya pernah menggelar dagangan di berbagai pasar termasuk pasar Kampung Lalang. Dari kecil-kecilan hingga sekarang insya Allah menjadi besar,” kata pengusaha properti ini. Sebelumnya Ketua panitia Amin Syam melaporkan peserta dialog publik kali ini mencapai 150 UMKM, mahasiswa dan akademi.

Sementara itu pembicara dari BRI mengklaim Bank BRI merupakan penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar saat ini. Hanya saja masih sedikit UMKM yang memanfaatkan KUR untuk tambahan modal usahanya.

“Namun, mudah-mudahan tidak terjebak dalam investasi bodong. Itu sebabnya BRI lebih fokus pada penyaluran KUR. Bank BUMN ini sedang konsen menyalurkan pinjaman kepada UMKM. Kita Juga memberi kesempatan kepada UMKM untuk menjadi agen BRILink sambil memjalankan usaha,” janjinya.

Mewakili Bank BJB Cabang Medan, Rudi mengakui kredit Bank BJB semasa Covid meningkat dibanding sebelumnya. Kami memiliki aneka produk, ada kredit mikro, kecil dan menengah.

“Bahkan kami bisa membiayai pelaku usha hingga Rp5 miliar. Selain itu kami juga menyalurkan KUR yang penting bagaimana memberi pelayanan cepat kepada nasabah,” ucapnya.

Pembicara dari Perguruan Tinggi mengatakan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa sesungguhnya ada pada wirausahawan bandingkan dengan negara lain, Indonesia ternyata masih tertinggal jauh. Hanya 3,47 persen atau ranking 75 dari 137 negara.

*Angka ini dinilai masih rendah namun kita harapkan terus meningkatkan kemajuan wirausaha di tanah air seperti UMKM yang diberdayakan Kadin selama ini maupun instansi lain,” ucapnya.(Abdi Safaren/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.