BKSDA : Luka Korban Meninggal Bukan Akibat Serangan Beruang

  • Whatsapp

KOTIM, IN.ID | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mendatangi lokasi ditemukannya korban meninggal dunia Asnah (64) yang disebutkan warga di Medsos akibat serangan satwa liar Beruang di Dusun Teluk Tewah Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga Kotim, Rabu (2/03/2022).

“Saya kelapangan bersama dengan dua anggota Polsek Cempaga, Kanit Interkam Aipda Susilo Purnomo dan Kanit Reskrim Aipda Dony Rahardian”, kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah kepada awak media, Kamis (3/03/2022).

Bacaan Lainnya

Di Dusun Teluk Tiwah, petugas bertemu warga setempat Mathori (63), tetangga korban yang saat itu ikut serta dalam proses penemuan dan pengangkutan jenazah korban.

“Dari keterangan Mathori dan istri, dilokasi penemuan korban tidak pernah terlihat keberadaan satwa liar Beruang, namun kalau satwa liar Biawak sering terlihat, bahkan sering memangsa ternak milik warga seperti ayam, itik dan bebek, informasi ini ditegaskan lagi oleh 5 orang warga lainnya”, jelas Muriansyah.

Dengan didampingi Mathori, petugas kemudian menuju tempat ditemukannya korban.

Lokasi tempat ditemukannya korban meninggal merupakan lokasi rawa berair yang ditumbuhi semak belukar dan padang ilalang.

“Korban ditemukan 20 meter dari jalan umum Dusun Teluk Tewah, di sekitar lokasi ditemukannya korban ada kebun pisang milik warga yang kurang terawat, di tempat inilah warga sering melihat Biawak, bahkan di tempat ini warga juga pernah menemukan telur yang diduga kuat telur Biawak”, terang Muriansyah.

Karena Dusun Teluk Tewah berada di tepi Sungai Cempaga, petugas juga memberikan pengarahan dan himbauan terkait keberadaan Buaya di sungai tersebut, petugas meminta warga agar berhati-hati saat beraktifitas di sungai dan menghimbau anak-anak agar tidak mandi di sungai.

“Saat mencari informasi dan pengarahan, warga sedang mempersiapkan acara tahlilan, kami memberikan bantuan ala kadarnya untuk acara tersebut”, ucap Muriansyah.

Petugas menyimpulkan dari pengamatan foto luka, foto kondisi tubuh korban, kunjungan ke lokasi ditemukan korban serta informasi yang didapat dari warga, diduga kuat korban meninggal dunia bukan karena serangan satwa liar Beruang.

“Tidak ada luka di tangan atau di kaki korban karena bekas cakaran dan gigitan, luka hanya ada di bagian muka (daging pipi kanan hilang), Beruang Madu tidak memakan daging, tidak pernah ada laporan tentang keberadaan Beruang di lokasi tersebut, dari keterangan warga (7 orang) yang ditemui petugas tidak pernah sekalipun melihat atau mendengar tentang keberadaan Beruang”, ungkapnya.

“Kalo korban diserang beruang sampai mengakibatkan meninggal dunia harusnya luka yang ada di tubuh korban lebih parah, Beruang menyerang manusia biasanya karena diserang terlebih dahulu atau karena mengambil anaknya, dampak kepada manusia bisa luka berat atau luka ringan”, pungkas Muriansyah. (Tomi/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.