Usai Tanam Pisang di Jalan Rusak, Ini Komentar Pemuda Ardirejo

  • Whatsapp

SITUBONDO, IN.ID | Sejumlah pemuda Ardirejo Timur merasa prihatin setelah aksi tanam pohon pisang di tengah jalan rusak dan berlubang oleh warga perumahan Gunung Sema, Minggu (16/01), apalagi setelahnya berujung pemanggilan salah satu warga yang ikut aksi ke kantor kelurahan Ardirejo kecamatan Panji Kabupaten Situbondo, Selasa (18/01).

Tak jarang dari mereka menyayangkan hal itu terjadi sebab menurutnya jika kerusakan jalan itu segera ditangani dengan cepat sesuai yang dijanjikan hal tersebut dipastikan tidak terjadi.

Menurut Muchlis (35), dirinya sangat kecewa dan prihatin atas pemanggilan oleh pihak kelurahan, mestinya Lurah bergerak lebih awal dari warga dan mendorong perusahaan secepatnya perbaiki jalan rusak, paling tidak seperti semula bukan ditambal sulam.

“Saya sangat tidak setuju dengan adanya perbaikan model seperti (tambal sulam) saya minta mulai dari depan TPA sampai ke pertigaan jalan raya sudah tidak ada lagi jalan rusak yang ditambal sulam sesuai janjinya di Komisi 3 DPRD Situbondo,” tegas Muchlis.

Bahkan Muchlis menegaskan pada Independen News, perusahaan PT. ASPB (Aditya Sinar Pratama Bali) agar segera melaksanakan janjinya, dirinya bersama warga lain tidak segan untuk meminta perusahaan menghentikan sementara aktifitasnya sebelum jalan diaspal dengan kualitas yang baik dan benar.

Ditemui di kantornya usai pertemuan dengan warga Lurah Ardirejo, Heri Aman Santoso, SH. membenarkan jika dirinya memanggil salah satu warga pelaku aksi tanam pohon pisang di jalan yang rusak, Selasa (19/01). Namun dirinya menyerahkan pada ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Anton Prayitno mengklarifikasi hasil pertemuan dengan warga.

“Yah memang terutama perbaikan jalan yang rusak karena memang tuntutan warga rasional, jalan itu membahayakan pengguna jalan lainnya, kedepan mudah-mudahan apa yang menjadi harapan masyarakat tentang layanan fasilitas umum tidak membahayakan lagi dan ada perhatian lebih dari PT. Aspal,” ujar Anton pada Independen News.

“Jadi pekerjaan yang bersifat darurat itu hanya tambal sulam, mudah-mudahan selanjutnya PT. Aspal dapat memperbaiki mutu aspal sesuai dengan standar, bagaimana mutu aspal layak digunakan sehingga tidak membahayakan masyarakat, toh jalan tersebut juga akan digunakan perusahaannya,” pungkas Anton berharap. (Na’in)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *